Setelah beberapa
lamanya saya melewatkan waktu untuk menulis, ini saatnya saya melanjutkan hobi
menulis saya. Sebenarnya, tulisan tentang ini sudah ada di pikiran saya sejak
akhir bulan Oktober 2016. Tapi apa daya, banyak hal yang mengalihkan keinginan
saya untuk menulis ini. Mari kita mulai !
Sekarang, sudah masuk tahun
2017. Kalau boleh review 2016, kota
apa sih yang bikin saya terkenang
selama 2016? Jawabannya adalah Malang. Sebenarnya, di 2016 ini tidak banyak
kota yang saya kunjungi. Hanya itu-itu saja yang rutin dikunjungi setiap
tahunnya. Tahun 2016 ini saya habiskan 100% di Pulau Jawa. Provinsi pun paling hanya
Jawa Barat, DKI, dan Banten. Tidak terpikir untuk keluar dari tiga
provinsi itu.
Ceritanya begini, 15 Oktober
2016, ketika seorang sahabat menginap di rumah saya, kami yang saat itu sedang
sama-sama jenuh terhadap aktivitas masing-masing, tiba-tiba saja curhat ingin
liburan. Sahabat saya, sedang jenuh terhadap aktivitasnya
di perkuliahan. Setahu saya kuliah pendidikan profesi psikolog kuliahnya padat
juga. Selain itu, saya yang bekerja juga sedang merasakan suatu kejenuhan
tingkat tinggi. Yap, we need vacation.
Tapi kemana?
Singkat cerita, waktu itu saya
sedang menunggu warung makan milik ibu saya ditemani dia. Kita sedang
mengobrol kota di Jawa Timur. Surabaya, Kediri, dan Malang. Ceritanya, dia sedang nostalgia pengalamannya selama 3 bulan di Kediri untuk belajar di
Kampung Inggris, Pare. Untuk kota-kota di Jawa Timur, saya pernah mengunjungi
kota Surabaya, itupun saat saya kelas 4 SD, sehingga tidak ingat
kesannya seperti apa. Untuk kota Malang, saya belum pernah kesana tapi saya
tahu kalau beberapa tahun terakhir ini kota Malang mulai naik dari sisi
pariwisatanya.
Entah saat itu siapa yang
pertama mengajak pergi kesana, tiba-tiba saja kami sepakat untuk pergi kesana.
Kapan? Kami sepakat tanggal 27 – 30 Oktober 2016. Tapi berubah lagi jadi
tanggal 24 Oktober 2016. Saat itu saya belum minta izin pada atasan saya. Modal
nekad saja, dengan yakin kami langsung
pesan tiket pesawat dan kereta api. Kenapa pilihannya jatuh pada pesawat? Saat
itu jujur saja saya dan sahabat saya itu sedang capek akan aktivitas masing-masing. Kami
tidak ingin energi kami habis di perjalanan. Maka dipilihlah pesawat dengan
harapan energi kami bisa di hemat dan bisa habiskan waktu lebih lama disana.
Pulangnya baru kami pilih kereta api.
Itinerary selama disana juga
sebenarnya belum kami susun. Maklum saya buta tentang daerah sana. Tidak bisa
memperkirakan berapa durasi waktunya. Saat itu kami dibantu oleh sebut saja Z, temannya selama belajar di Kampung Inggris. Dibantu oleh dia yang notabene memang orang Kediri dan kuliah
di Surabaya dan Malang, kami akhirnya mendapatkan bayangan akan mengunjungi
tempat apa saja. Susunan acara secara kasar akhirnya kami dapatkan.
Jadi kira-kira
seperti inilah itinerary kami, pastinya semua disesuaikan dengan
situasi dan kondisi.
Senin, 24
Oktober 2016
Bandara Husein Sastranegara Bandung
Tiba di Bandara Djuanda Surabaya
Beli sambal Bu Rudy
OTW Malang
Alun-alun Malang
Menuju Hotel
Selasa, 25
Oktober 2016
Keluar hotel, menuju Batu
OTW Batu
Menuju Eco Green Park
Makan Siang
Museum Angkut
Nongkrong di Alun-alun Batu
Kembali ke hotel
Rabu, 26
Oktober 2016
Check Out Hotel
Oleh-oleh khas Malang
OTW Kediri
Tiba di Pare
Gumul Kediri
Oleh-oleh kediri
Stasiun Kediri, Pulang
Selanjutnya saya browsing tentang hotel. Intinya, kita ingin hotel yang murah tapi berbintang. Hahaha. Kita sempat berdebat gara-gara
hotel yang tak kunjung fix. Selalu
saja ada alternatif, hingga pada akhirnya kami menemukan hotel berbintang 4
yang sedang promo di suatu aplikasi
pencarian hotel. Ditambahkan dengan voucher-voucher
menjadikan harga hotel tersebut terjangkau bagi kami. Kami memutuskan untuk
menginap di The Balava Hotel Malang. Letaknya cukup dekat dengan alun-alun kota
Malang. Disana kami mem-booking untuk
menginap selama 2 malam.
Sementara ini, persiapannya
selesai. Selanjutnya kami sibuk dengan aktivitas masing-masing. Saya sengaja
packing pada hari Kamis, 23 Oktober 2016, bukan karena sudah tidak sabar untuk
pergi, tetapi saat itu saya ada acara besar di kantor sehingga mulai hari Jumat
sampai Minggu saya menginap disana. Saya pikir akan buang waktu jika
menunda-nunda packing, karena ketika nanti tanggal 23 Oktober saya pulang ke
rumah, pasti akan malam dan sudah lelah. Akhirnya, packingpun selesai malam
itu. Kami berdua tetap berkomunikasi via voice call Line perihal teknis keberangkatan. Tiket sudah saya
pegang. Intinya aman.
Hari Minggu tanggal 23 Oktober
2016, acara besar kantor saya sudah selesai. Hari itu saya sampai ke rumah
pukul 18.30. Langsung mandi, makan, dan istirahat. Sebelum tidur saya cek
barang-barang yang akan dibawa dan lengkap. Oya, 5 hari sebelum keberangkatan
ke Malang, saya baru meminta izin kepada atasan saya. Alhamdulillah, diizinkan.
Lega rasanya.
Jadi kira-kira
seperti inilah itinerary kami kasarnya, pastinya semua disesuaikan dengan
situasi dan kondisi. Cerita selanjutnya di Part 2 ya..




0 komentar:
Posting Komentar