*Dih,,cewe ini gila bola banget!
*Si-Nady tah bobotoh!
*Kamu tee iihh meni suka nonton sepak bola..
*Nady,,apa ramenya sih sepak bola? Nyampe tergila2 gitu...
Itu kutipan diatas adalah komentar teman2 saya yang tau kalo saya itu adalah penggila bola...
Perlu diklarifikasi disini,,saya juga nggak tau kenapa saya suka nonton bola..Tapi akan coba saya jawab...
#saya juga nggak tau kapan tepatnya saya suka sepak bola..
Saya cuma inget,suka sepak bola tuh waktu SMP..
Waktu itu ga sengaja lihat pertandingan persib vs persita, dan persib memenangkan pertandingan 2-0..waktu itu pelatih persib Indra Thohir..
Yang bikin menarik saya yaitu :
Pertama, fanatisme bobotoh
ngerasa aneh aja liat bobotoh sorak sorai ngasih dukungan buat persib ke stadion ampe segitunya..(padahal sekarang ketularan..qiqiqi)....
Kedua,,liat pemainnya (skill tinggi bonus wajah oke) hahaha...
Ketiga, menarik dengan tujuan permainan sepak bola itu sendiri..
#makin kesini,,makin jatuh cinta saya sama sepak bola, khususnya persib.Apalagi pas datang kiper impor asal Thailand,,Kosin Hathairattanakool...walaupun kedatangannya tidak dibarengi dengan prestasi yang oke waktu itu...
tapi yang penting,,liat kosin main waktu itu rasanya dah puasss bangettt..(nyampe nguber2 ke mess-nya buat sekedar foto bareng...haha,,,rada gila juga saya waktu itu..tapi ga tau kenapa bisa gitu)..sampe sering banget nonton ke stadion...
#puncaknya kelas XI SMA, itu Lagi gila2nya ma persib.. Waktu itu ada Zaenal Arief (waktu itu juga nge-fans ma ZA,,tapi skrg udah nggak,,soalnya ada yang baru *suchao-red)..
Saking gilanya ,,sampe2 pas koma di RS ngalindur tentang persib..Ngalindur-na teh prediksi pertandingan persib vs PSMS yang hasilnya 0-0..Dan ternyata linduran saya itu benar...hahaha...hebat...(bagai peramal)...
#Makin kesini kegemarann thd sepak bola makin merambah ke daratan eropa tepatnya klub kota london, chelsea..gara2 terpikat oleh Joe COle...haha..trus saat itu chelsea adalah kampiun liga inggris 2 musim...
#Dan masuk LSI 2009-2010 kegemaran akan persib muncul lagi..tidak lain karena hadirnya Suchao Nutnum..pinjaman dari klub TOT FC..terpesona oleh permainannya yang memikat dan wajahnya,,,hhaha..dan come backnya gebetan lama Shintaweechai "kosin" hathairattanakool...*tapi sekarang lebih suka sama teman sebangsanya yang no 15...
Tapi, sekarang dia main di Buriram PEA FC, semoga aja suatu saat balik lagi ke sini.
# yah..pokonya cerita itu bisa sedikit menjawab pertanyaan2 yang pernah dialamatkan kepada saya...
sampai kapanpun saya akan tetap menjadi bobotoh persib....karena,,persib itu nu aing!!
Selasa, 10 Agustus 2010
Persib, We Will Stay Behind You!
Label:
biru,
blog,
bola,
gila,
pengalaman,
persib,
sepak bola
Senin, 09 Agustus 2010
Tian An Men Square
Nggak tau kenapa, tiba-tiba saya mikirin tempat ini yang 6 tahun lalu saya datengin, berhubung saya lagi pengen nulis, saya ceritain tentang tempat ini ya, just share, ya mudah-mudahan juga tulisan ini bermanfaat buat pembaca yang ingin tau tentang tian an men square beijing ini :)
Tanggal 5 Mei, tepatnya 6 tahun yang lalu saya pergi ke tempat ini. Awalnya mau ke sana ngerasa biasa aja sih, menurut saya ga ada yang menarik (cuma lapangan doang, gitu), ternyata saya salah banget :D karena tempat ini begitu bersejarah dan begitu terkenalnya.
Sejarahnya :
Puluhan ribu mahasiswa yang menuntut demokratisasi di lapangan Tiananmen ditindak represif, ribuan mahasiswa tewas digilas oleh tank tentara merah. Yang lainnya ditangkap dan dimasukkan ke penjara.
Peristiwa itu terjadi pada 4 Juni 1989 merupakan sejarah pemerintahan komunis China.
Tindakan pengawasan terhadap para aktivis demokrasi lebih diperkeras dari tahun-tahun sebelumnya, dalam seminggu sejumlah aktivis yang gigih memperjuangkan agar tragedi Tiananmen diusut, ditangkap. Dan sampai sekarang, mahasiswa-mahasiswa tersebut masih ada yang ditahan dan ada yang melarikan diri, ada sekitar 50 orang yang masih ditahan dan dipenjara di China. Dunia mengutuk tindakan brutal terhadap para mahasiswa di lapangan Tiananmen dan menuntut pemerintah China membebaskan para pemimpin prodemokrasi dari penjara.
Yah kurang lebih intinya begitu :)
Tanggal 5 Mei, tepatnya 6 tahun yang lalu saya pergi ke tempat ini. Awalnya mau ke sana ngerasa biasa aja sih, menurut saya ga ada yang menarik (cuma lapangan doang, gitu), ternyata saya salah banget :D karena tempat ini begitu bersejarah dan begitu terkenalnya.
Sejarahnya :
Puluhan ribu mahasiswa yang menuntut demokratisasi di lapangan Tiananmen ditindak represif, ribuan mahasiswa tewas digilas oleh tank tentara merah. Yang lainnya ditangkap dan dimasukkan ke penjara.
Peristiwa itu terjadi pada 4 Juni 1989 merupakan sejarah pemerintahan komunis China.
Tindakan pengawasan terhadap para aktivis demokrasi lebih diperkeras dari tahun-tahun sebelumnya, dalam seminggu sejumlah aktivis yang gigih memperjuangkan agar tragedi Tiananmen diusut, ditangkap. Dan sampai sekarang, mahasiswa-mahasiswa tersebut masih ada yang ditahan dan ada yang melarikan diri, ada sekitar 50 orang yang masih ditahan dan dipenjara di China. Dunia mengutuk tindakan brutal terhadap para mahasiswa di lapangan Tiananmen dan menuntut pemerintah China membebaskan para pemimpin prodemokrasi dari penjara.
Yah kurang lebih intinya begitu :)
Geladi Spiritual XXX PKH Unpar
Dalam pelaksanaan kegiatan Geladi Diri Spiritual angkatan XXX yang berlangsung tanggal 19-21 Februari 2010 bertempat di Wisma Aloysius, Ciwidey, dilaksanakan serangkaian aktivitas setiap harinya. Sesampainya di lokasi kegiatan, peserta diperbolehkan untuk beristirahat sejenak dan selanjutnya dikumpulkan di sebuah aula untuk secara resmi membuka kegiatan Geladi Spiritual ke-XXX, yang dibuka oleh salah satu pembimbing yaitu Pak Masmuni. Dijelaskan pula mengenai teknis kegiatan oleh panitia dilanjutkan kegiatan ice breaking, yaitu untuk mencairkan suasana diantara para peserta geladi spiritual dengan panitianya. Selesai ice breaking, kemudian dilakukan saat doa dan acara makan malam. Setelah makan malam, dilakukan pemutaran film Chocolate, yang bercerita tentang seseorang yang terlalu fanatik terhadap keyakinannya sehingga menutup diri dengan orang lain yang berbeda keyakinan dengannya. Pergaulannya hanya terbatas pada orang-orang yang satu pandangan dengannya. Sampai pada akhir cerita ia berubah dan mau membuka diri dengan lingkungan sekitar dengan keyakinan yang beragam.
Setelah selesainya sesi pemutaran film Chocolate, doa malam diadakan di ruang doa ditemani dengan cahaya lilin di berbagai sudut ruangan yang menambah ke-khusyu-an peserta dalam memanjatkan doa. Sambil diiringi musik instrumen, disusul dibacakannya kutipan ayat disusul doa oleh pembimbing dan doa oleh perwakilan peserta dari masing-masing agama. Suasana yang hening membuat setiap peserta terlarut dalam doa yang menyejukkan hati, hingga banyak dari peserta sampai terharu dan meneteskan air mata. Doa malam menjadi kegiatan terakhir pada pelaksanaan Geladi Spiritual pada hari pertama, selanjutnya para perserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik untuk kegiatan hari ke dua.
Sharing yang berlangsung kurang lebih selama satu jam tersebut kemudian selesai dan dilanjutkan kegiatannya di aula untuk mengadakan Konferensi : Religiositas I bersama pembicara Pak Bambang, guru besar Fakultas Filsafat Unpar. Dalam konferensi tersebut, peserta geladi diajak untuk mengenali berbagai problem dalam hidup beragama, yang sifatnya dekonstruktif-rekonstruktif. Dan ditanya apakah ada hal yang kontradiktif dalam agama yang membuat kita kecewa. Itu semua membuat para peserta berpikir kritis mengenai keyakinan yang dianutnya, dan mempertanyakan kebenarannya. Pada konferensi sesi pertama,peserta (saya khususnya) dibuat pusing oleh pembicaraan tersebut. Selesai konferensi sesi pertama, peserta diajak untuk beristirahat sejenak dan dilanjutkan kembali oleh Konferensi : Religiositas II. Dalam konferensi sesi kedua ini sudah bukan Pak Bambang lagi sebagai pembicaranya, namun dipimpin langsung oleh para pembimbing. Pada sesi kedua ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya sekaligus menyampaikan pendapatnya mengenai materi yang disampaikan Pak Bambang pada sesi pertama. Para pembimbing membahas konferensi I tadi, sehingga didapatkan kejelasan tentang religiositas tersebut.
Seselesainya konferensi peserta beristirahat sejenak dilanjutkan dengan makan siang. Kemudian dilaksanakan acara dinamika, yaitu kegiatan yang bertujuan menciptakan suasana yang dinamis antara para peserta geladi dan panitianya dengan acara berbagai macam games sambil bernyanyi-nyanyi. Dilanjutkan dengan kegiatan meditasi, yaitu kegiatan dimana para peserta diam menikmati alam dan merasakan keberadaan Tuhan yang dekat dalam diri. Sambil melihat keindahan alam dan menuliskannya dalam selembar kertas mengenai apa yang dirasakan dalam meditasi tersebut dalam bentuk gambar atau tulisan. Lalu,beristirahat dan dilanjutkan dengan acara kelompok. Tiap peserta berkumpul sesuai kelompoknya didampingi pembimbing untuk melakukan sharing mengenai acara-acara yang sebelumnya dilakukan. Sharing tersebut dialanjutkan dengan acara saat doa. Sama seperti malam sebelumnya, dilakukan pemutaran film Flat Liners yang bercerita mengenai kematian. Sekitar pukul 10 malam dilakukan Ritual of Reconciliation yaitu doa malam. Dan peserta diperbolehkan beristirahat.
Hari terakhir, setelah makan pagi, semua peserta berkumpul di dalam kelompok untuk sharing film yang ditonton semalam yaitu Flat Liners. Setiap anggota kelompok diminta untuk mengungkapkan kesannya sama seperti pada saat sharing film Chocolate. Dan belajar mengenai peristiwa yang didapatkan dari film tersebut. Peserta juga diminta menceritakan pengalaman yang pernah mengecewakan orang lain atau dikecewakan orang lain. Setelah itu diadakan konferensi terakhir yang membahas persoalan religiositas yang diungkapkan oleh dua orang perwakilan dari setiap kelompok, sekaligus evaluasi mengenai seluruh rangkaian pelaksanaan Geladi Spiritual angkatan XXX yang membuat para peserta lebih memahami Tuhan secara lebih dekat. Lalu acarapun ditutup secara resmi oleh panitia dan seluruh peserta berfoto bersama. Setelah itu, diadakan acara makan siang terakhir dan semua kembali pulang.
Setelah selesainya sesi pemutaran film Chocolate, doa malam diadakan di ruang doa ditemani dengan cahaya lilin di berbagai sudut ruangan yang menambah ke-khusyu-an peserta dalam memanjatkan doa. Sambil diiringi musik instrumen, disusul dibacakannya kutipan ayat disusul doa oleh pembimbing dan doa oleh perwakilan peserta dari masing-masing agama. Suasana yang hening membuat setiap peserta terlarut dalam doa yang menyejukkan hati, hingga banyak dari peserta sampai terharu dan meneteskan air mata. Doa malam menjadi kegiatan terakhir pada pelaksanaan Geladi Spiritual pada hari pertama, selanjutnya para perserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik untuk kegiatan hari ke dua.
Hari kedua, kegiatan dimulai pagi hari, bagi yang beragama islam, dipersilahkan shalat subuh dahulu sebelum akhirnya pada pukul 6 pagi seluruh peserta dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti kegiatan The Way of Body atau yang lebih dikenal dengan kegiatan Ibadat Alam yang dipimpin oleh Pak Samho. Kegiatan tersebut bertujuan untuk kesehatan jiwa dan raga kita dengan cara menikmati dan merasakan kebesaran Tuhan atas udara segar dan keindahan alam yang diberikan kepada kita yang membuat pikiran kita nyaman dan tenang. Setelah selesai, semua peserta melakukan makan pagi dan dilanjutkan dengan kegiatan sharing film Chocolate yang malam sebelumnya telah diputarkan. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok yang setiap kelompoknya didampingi oleh seorang pembimbing yang selanjutnya melakukan sharing pada tiap kelompok. Dalam sharing tersebut, setiap anggota kelompok diminta mengungkapkan kesannya setelah menonton film Chocolate, dan persoalan apa yang kita tangkap dalam film tersebut. Persoalan-persoalan yang didapatkan dari film tersebut kemudian didiskusikan bersama-sama hingga didapat solusi dari pemecahan masalah tersebut untuk dijadikan pembelajaran dan contoh dalam hidup kita.
Sharing yang berlangsung kurang lebih selama satu jam tersebut kemudian selesai dan dilanjutkan kegiatannya di aula untuk mengadakan Konferensi : Religiositas I bersama pembicara Pak Bambang, guru besar Fakultas Filsafat Unpar. Dalam konferensi tersebut, peserta geladi diajak untuk mengenali berbagai problem dalam hidup beragama, yang sifatnya dekonstruktif-rekonstruktif. Dan ditanya apakah ada hal yang kontradiktif dalam agama yang membuat kita kecewa. Itu semua membuat para peserta berpikir kritis mengenai keyakinan yang dianutnya, dan mempertanyakan kebenarannya. Pada konferensi sesi pertama,peserta (saya khususnya) dibuat pusing oleh pembicaraan tersebut. Selesai konferensi sesi pertama, peserta diajak untuk beristirahat sejenak dan dilanjutkan kembali oleh Konferensi : Religiositas II. Dalam konferensi sesi kedua ini sudah bukan Pak Bambang lagi sebagai pembicaranya, namun dipimpin langsung oleh para pembimbing. Pada sesi kedua ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya sekaligus menyampaikan pendapatnya mengenai materi yang disampaikan Pak Bambang pada sesi pertama. Para pembimbing membahas konferensi I tadi, sehingga didapatkan kejelasan tentang religiositas tersebut.
Seselesainya konferensi peserta beristirahat sejenak dilanjutkan dengan makan siang. Kemudian dilaksanakan acara dinamika, yaitu kegiatan yang bertujuan menciptakan suasana yang dinamis antara para peserta geladi dan panitianya dengan acara berbagai macam games sambil bernyanyi-nyanyi. Dilanjutkan dengan kegiatan meditasi, yaitu kegiatan dimana para peserta diam menikmati alam dan merasakan keberadaan Tuhan yang dekat dalam diri. Sambil melihat keindahan alam dan menuliskannya dalam selembar kertas mengenai apa yang dirasakan dalam meditasi tersebut dalam bentuk gambar atau tulisan. Lalu,beristirahat dan dilanjutkan dengan acara kelompok. Tiap peserta berkumpul sesuai kelompoknya didampingi pembimbing untuk melakukan sharing mengenai acara-acara yang sebelumnya dilakukan. Sharing tersebut dialanjutkan dengan acara saat doa. Sama seperti malam sebelumnya, dilakukan pemutaran film Flat Liners yang bercerita mengenai kematian. Sekitar pukul 10 malam dilakukan Ritual of Reconciliation yaitu doa malam. Dan peserta diperbolehkan beristirahat.
Hari terakhir, setelah makan pagi, semua peserta berkumpul di dalam kelompok untuk sharing film yang ditonton semalam yaitu Flat Liners. Setiap anggota kelompok diminta untuk mengungkapkan kesannya sama seperti pada saat sharing film Chocolate. Dan belajar mengenai peristiwa yang didapatkan dari film tersebut. Peserta juga diminta menceritakan pengalaman yang pernah mengecewakan orang lain atau dikecewakan orang lain. Setelah itu diadakan konferensi terakhir yang membahas persoalan religiositas yang diungkapkan oleh dua orang perwakilan dari setiap kelompok, sekaligus evaluasi mengenai seluruh rangkaian pelaksanaan Geladi Spiritual angkatan XXX yang membuat para peserta lebih memahami Tuhan secara lebih dekat. Lalu acarapun ditutup secara resmi oleh panitia dan seluruh peserta berfoto bersama. Setelah itu, diadakan acara makan siang terakhir dan semua kembali pulang.
Langganan:
Postingan (Atom)







