Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 09 Agustus 2010

Geladi Spiritual XXX PKH Unpar

Dalam pelaksanaan kegiatan Geladi Diri Spiritual angkatan XXX yang berlangsung tanggal 19-21 Februari 2010 bertempat di Wisma Aloysius, Ciwidey, dilaksanakan serangkaian aktivitas setiap harinya. Sesampainya di lokasi kegiatan, peserta diperbolehkan untuk beristirahat sejenak dan selanjutnya dikumpulkan di sebuah aula untuk secara resmi membuka kegiatan Geladi Spiritual ke-XXX, yang dibuka oleh salah satu pembimbing yaitu Pak Masmuni. Dijelaskan pula mengenai teknis kegiatan oleh panitia dilanjutkan kegiatan ice breaking, yaitu untuk mencairkan suasana diantara para peserta geladi spiritual dengan panitianya. Selesai ice breaking, kemudian dilakukan saat doa dan acara makan malam. Setelah makan malam, dilakukan pemutaran film Chocolate, yang bercerita tentang seseorang yang terlalu fanatik terhadap keyakinannya sehingga menutup diri dengan orang lain yang berbeda keyakinan dengannya. Pergaulannya hanya terbatas pada orang-orang yang satu pandangan dengannya. Sampai pada akhir cerita ia berubah dan mau membuka diri dengan lingkungan sekitar dengan keyakinan yang beragam.

Setelah selesainya sesi pemutaran film Chocolate, doa malam diadakan di ruang doa ditemani dengan cahaya lilin di berbagai sudut ruangan yang menambah ke-khusyu-an peserta dalam memanjatkan doa. Sambil diiringi musik instrumen, disusul dibacakannya kutipan ayat disusul doa oleh pembimbing dan doa oleh perwakilan peserta dari masing-masing agama. Suasana yang hening membuat setiap peserta terlarut dalam doa yang menyejukkan hati, hingga banyak dari peserta sampai terharu dan meneteskan air mata. Doa malam menjadi kegiatan terakhir pada pelaksanaan Geladi Spiritual pada hari pertama, selanjutnya para perserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik untuk kegiatan hari ke dua.


Hari kedua, kegiatan dimulai pagi hari, bagi yang beragama islam, dipersilahkan shalat subuh dahulu sebelum akhirnya pada pukul 6 pagi seluruh peserta dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti kegiatan The Way of Body atau yang lebih dikenal dengan kegiatan Ibadat Alam yang dipimpin oleh Pak Samho. Kegiatan tersebut bertujuan untuk kesehatan jiwa dan raga kita dengan cara menikmati dan merasakan kebesaran Tuhan atas udara segar dan keindahan alam yang diberikan kepada kita yang membuat pikiran kita nyaman dan tenang. Setelah selesai, semua peserta melakukan makan pagi dan dilanjutkan dengan kegiatan sharing film Chocolate yang malam sebelumnya telah diputarkan. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok yang setiap kelompoknya didampingi oleh seorang pembimbing yang selanjutnya melakukan sharing pada tiap kelompok. Dalam sharing tersebut, setiap anggota kelompok diminta mengungkapkan kesannya setelah menonton film Chocolate, dan persoalan apa yang kita tangkap dalam film tersebut. Persoalan-persoalan yang didapatkan dari film tersebut kemudian didiskusikan bersama-sama hingga didapat solusi dari pemecahan masalah tersebut untuk dijadikan pembelajaran dan contoh dalam hidup kita.

Sharing yang berlangsung kurang lebih selama satu jam tersebut kemudian selesai dan dilanjutkan kegiatannya di aula untuk mengadakan Konferensi : Religiositas I bersama pembicara Pak Bambang, guru besar Fakultas Filsafat Unpar. Dalam konferensi tersebut, peserta geladi diajak untuk mengenali berbagai problem dalam hidup beragama, yang sifatnya dekonstruktif-rekonstruktif. Dan ditanya apakah ada hal yang kontradiktif dalam agama yang membuat kita kecewa. Itu semua membuat para peserta berpikir kritis mengenai keyakinan yang dianutnya, dan mempertanyakan kebenarannya. Pada konferensi sesi pertama,peserta (saya khususnya) dibuat pusing oleh pembicaraan tersebut. Selesai konferensi sesi pertama, peserta diajak untuk beristirahat sejenak dan dilanjutkan kembali oleh Konferensi : Religiositas II. Dalam konferensi sesi kedua ini sudah bukan Pak Bambang lagi sebagai pembicaranya, namun dipimpin langsung oleh para pembimbing. Pada sesi kedua ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya sekaligus menyampaikan pendapatnya mengenai materi yang disampaikan Pak Bambang pada sesi pertama. Para pembimbing membahas konferensi I tadi, sehingga didapatkan kejelasan tentang religiositas tersebut.


Seselesainya konferensi peserta beristirahat sejenak dilanjutkan dengan makan siang. Kemudian dilaksanakan acara dinamika, yaitu kegiatan yang bertujuan menciptakan suasana yang dinamis antara para peserta geladi dan panitianya dengan acara berbagai macam games sambil bernyanyi-nyanyi. Dilanjutkan dengan kegiatan meditasi, yaitu kegiatan dimana para peserta diam menikmati alam dan merasakan keberadaan Tuhan yang dekat dalam diri. Sambil melihat keindahan alam dan menuliskannya dalam selembar kertas mengenai apa yang dirasakan dalam meditasi tersebut dalam bentuk gambar atau tulisan. Lalu,beristirahat dan dilanjutkan dengan acara kelompok. Tiap peserta berkumpul sesuai kelompoknya didampingi pembimbing untuk melakukan sharing mengenai acara-acara yang sebelumnya dilakukan. Sharing tersebut dialanjutkan dengan acara saat doa. Sama seperti malam sebelumnya, dilakukan pemutaran film Flat Liners yang bercerita mengenai kematian. Sekitar pukul 10 malam dilakukan Ritual of Reconciliation yaitu doa malam. Dan peserta diperbolehkan beristirahat.

Hari terakhir, setelah makan pagi, semua peserta berkumpul di dalam kelompok untuk sharing film yang ditonton semalam yaitu Flat Liners. Setiap anggota kelompok diminta untuk mengungkapkan kesannya sama seperti pada saat sharing film Chocolate. Dan belajar mengenai peristiwa yang didapatkan dari film tersebut. Peserta juga diminta menceritakan pengalaman yang pernah mengecewakan orang lain atau dikecewakan orang lain. Setelah itu diadakan konferensi terakhir yang membahas persoalan religiositas yang diungkapkan oleh dua orang perwakilan dari setiap kelompok, sekaligus evaluasi mengenai seluruh rangkaian pelaksanaan Geladi Spiritual angkatan XXX yang membuat para peserta lebih memahami Tuhan secara lebih dekat. Lalu acarapun ditutup secara resmi oleh panitia dan seluruh peserta berfoto bersama. Setelah itu, diadakan acara makan siang terakhir dan semua kembali pulang.

0 komentar:

Posting Komentar