Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 31 Oktober 2014

Vaksin Meningitis di KKP Bandung



Taraaaaa.. Muncul lagi nih.

Mumpung semangat nulis lagi on fire nih. Semangat yang kadang muncul kadang ilang. Pokonya lagi pengen berbagi informasi aja seputar persiapan umroh. Maklum, ini umroh pertama saya yang diimpikan sejak beberapa tahun lalu, jadinya ya excited gini (>,<) Gapapa yahh...

Seperti kita tahu kalau salah satu syarat mendapatkan visa memasuki Arab Saudi adalah punya Kartu Kuning atau kartu yang menerangkan bahwa kita telah mendapatkan vaksin meningitis (radang selaput otak). Kenapa harus di vaksin meningitis? Menurut beberapa sumber yang saya pernah baca sih karena kan Arab Saudi tuh jadi tempat tujuan seluruh umat muslim di dunia, jadi tiap orang dari Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia pokonya dari belahan dunia manapun akan tumplek di sana buat ibadah haji atau umroh, jadi untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan misalnya virus-virus yang khawatir dibawa dari daerah asal, makanya vaksin meningitis ini jadi salah satu syaratnya.

Nah, karena domisili saya di Bandung, maka saya langsung menuju tempat vaksin meningitis yang tempatnya ada di kompleks Bandara Husein Sastranegara, nama tempatnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung. Tepatnya sih beberapa meter dari gerbang masuk parkir bandara. Untuk di suntik meningitis ini jangan lupa bawa persyaratan ya.  Syaratnya bawa fotokopi paspor dan foto 4x6 selembar aja.

Langkah-langkahnya mudah kok :

  • Pertama, kita datang langsung minta formulir untuk suntik meningitis dan diisi juga lampirkan persyaratan tadi.

  • Kedua, tunggu nama kita dipanggil untuk di cek tensi darahnya juga ditanya berat badan dan tinggi badan.

  • Ketiga, tunggu lagi. Selanjutnya nama kita dipanggil ke ruangan suntik. Kira-kira ada 10-15 orang yang dipanggil ke ruangan suntik.(oh,iya untuk wanita dengan usia subur dipanggil untuk tes kehamilan dulu pakaai test pack karena kalau dalam kondisi hamil gak boleh disuntik meningitis karena bahaya buat janin).

  • Keempat, setelah tes kehamilan petugasnya akan memberikan penjelasan seputar vaksin meningitis dan langsung dilakukan vaksin. (Disini, gak hanya suntik meningitis. Ternyata petugasnya menganjurkan untuk vaksin  lainnya juga. Ada 3 jenis yaitu vaksin meningitis, influenza, dan pneumonia. Kalau saya cuma vaksin meningitis sama influenza aja.)

  • Kelima, tunggu nama kita dipanggil untuk bayar di kasir.

  • Keenam, tunggu kartu kuningnya jadi dan TARAAAA...




Beres. Memang banyak menunggu sih tapi waktu saya suntik disana menghabiskan waktu kurang dari 1 jam.
Rincian biayanya :
Biaya pendaftaran – 20.000
Tes Kehamilan – 25.000
Vaksin Meningitis – 260.000
Vaksin Influenza – 150.000
Vaksin Pneumonia – 300.000 (Kalau gak salah)
(Total 455.000)



Mudah-mudahan informasi ini berguna buat para pembaca sekalian.

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Bandung

Di tulisan ini saya mau share pengalaman waktu bikin paspor bulan September 2014 kemarin. Cukup mendadak juga rencana bikin paspor ini karena sebetulnya saya tidak ada rencana untuk umroh dan paspor habis tahun 2008 lalu jadi deh bikin baru.

Berdasarkan pengalaman terakhir kali nemenin ibu bikin paspor pas 2011 lalu yang memakan waktu lama (antri seharian, bolak balik ke Kanim, foto, wawancara, dsb), saya mulai deh googling cari-cari info pengalaman orang lain yang bikin paspor juga khususnya di Kanim (Kantor Imigrasi) Bandung yang ada di Jl. Surapati. Setelah informasi saya dapat, saya putuskan untuk daftar online aja soalnya kapok kalo harus antri lama-lama disana dan pastinya wasting time banget kan  :D

Pertama-tama yang saya lakukan adalah buka website kantor imigrasi disini nah terus kita langsung ke halaman permohonan pembuatan paspor online yang ini kita isi aja langsung formulirnya. Dan ada yang perlu diperhatikan juga bahwa :
  •  Jangan lupa pilih paspor yang mau dibuat berapa halaman?
Kalau saya kemarin buat yang 48 halaman, biayanya 355.000 karena bayar online di bank maka dikenakan biaya administrasi bank sebesar 5000 jadi totalnya 360.000
  • Setelah semua diisi, kita print bukti pengantar pembayaran ke bank-nya yang dikirim langsung ke e-mail kita . Langsung deh bayar ke Bank BNI yang telah ditunjuk bekerjasama dengan Kantor Imigrasinya.
  • Setelah selesai bayar ke Bank, nanti kita kan dikasih bukti pembayarannya langsung deh kita buka laptop lagi, buka email kita sebelumnya, nanti ada link dan kita klik. Setelah di klik, masukkan nomor Jurnal Bank (yang ada di bukti pembayaran dari bank). Setelah itu dimasukkan, beres.
  • Selanjutnya, kita tentukan kapan mau ke kantor imigrasinya, biasanya ada waktu 7 hari setelah pembayaran. Kalau bisa datang tepat waktu ke kantor imigrasi sesuai yang dijadwalkan ya.
  • Beberapa saat kemudian, akan ada bukti pra permohonan pembuatan paspor yang masuk ke email kita. Langsung Print. Karena harus dibawa pada saat kita ke Kanim.
Pada saat waktu yang ditentukan tanggal kedatangan kita ke Kanim, jangan lupa bawa Materai (sebenernya di sana juga ada foto kopian yang jual materai, tapi kalau nggak mau ribet lebih baik kita bawa langsung biar cepet. Jangan lupa juga sertakan dokumen pendukung lainnya dan foto kopinya, diantaranya :
  1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  2. Akta Lahir / Ijazah / Surat Nikah (Pilih salah satu)
  3. KK (Kartu Keluarga)
  4. Paspor lama (untuk yang perpanjangan)
Sampai di Kanim, langsung minta formulir di meja depan dan ambil nomor pendaftaran. Sambil nunggu, kita isi formulirnya. Dan uh,lala... karena daftar online, saya cuma antri sekitar 15 menit aja (padahal untuk antrian daftar manual sudah sampai nomor ratusan)
Pas dipanggiil antriannya kita cuma serahin dokumen, dicek kelengkapannya, ditanya mau pergi kemana, scan sidik jari, dan langsung foto. Sistemnya one stop service. Good Job Kanim Bandung.
Beda banget sama dulu yang harus antri foto, antri wawancara, antri ini antri itu.

*saya datang ke Kanim jam 8.15, dipanggil masuk 8.30, dan 8.40 sudah selesai. Abis itu sih kita disuruh datang 3 hari kemudian untuk ambil paspor yang sudah jadi (antri  pengambilan paspornya +/- 10 menit)

Mudah kan step-step nya. Tentunya dengan daftar online lebih menghemat waktu kita, dan membantu petugas imigrasi meringankan tugasnya.

Oh iya info tambahan untuk yang mau bikin paspor buat kepentingan umroh, karena pemerintah Arab Saudi membuat peraturan bahwa tiap orang yang mau masuk Arab harus menggunakan nama dengan 3 suku kata. maka harus ada penambahan nama.
  • Misal namanya : Muhammad Azka Pratama -- maka tidak perlu ada tambahan nama lagi, tetapi jika namanya hanya 2 suku kata?
  • Misal : Farah Annisa  -- Maka harus ada tambahan nama suku kata ke 3. Lalu harus pake nama apa lagi? Tambahkan nama ayah. Misalkan nama ayahnya adalah Zakaria. Maka namanya menjadi Farah Annisa Zakaria. Minta formulir penambahan nama aja ke petugas imigrasi meja depan (pas kita minta formulir). Nah jangan lupa materainya juga.
Semoga artikel pengalaman ini bermanfaat untuk yang lain.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Mati Suri

Waaaaa kangeuuunnn... Lama banget blog ini mati suri... hahaha

Terakhir 4 tahun lalu nulis. Kemana aja?
Sok sibuk mungkin ya saya ini. Empat tahun blog ini ditinggal tentu banyak banget perjalanan-perjalanan di kehidupan saya yang tidak terabadikan di tulisan ini. Tapi percayalah nanti saya akan share sedikit-sedikit apa aja yang dilewati dalam 4 tahun ini. Pastinya perjalanan yang gak akan saya lupakan.

Pastinya di dalamnya ada lika liku perkuliahan saya sampe saya lulus dengan susah payah.. haha. Ada juga Catatan perjalanan yang tidak banyak tapi cukup berkesan bagi saya. Dan tentunya akan saya share tentang perjalanan saya mencari pekerjaan *duh*

Intinya akan ada cerita yang manis, asam, asin, pahit di tulisan saya selanjutnya. Insya Allah saya juga akan mengaktifkan blog ini lagi supaya bisa sharing dengan netizen dan terutama bisa menyalurkan kesukaan saya cuap-cuap di blog yang telah terhambat 4 tahun ini.