Masih dalam
rangkaian Australia Trip 2023, kali ini saya ingin mencatat pengalaman tersebut
ke dalam sebuah tulisan agar suatu saat dapat diingat-ingat kembali.
Sebelumnya, saya pikir keberangkatan ke Australia ini hanya untuk mengunjungi
Melbourne dan Lorne saja, tetapi dipikir-pikir kapan lagi kami ke Australia.
Ingin juga mengetahui sisi lain Australia yang menjadi trademarknya. Selama perjalanan ke Australia ini, kami memutuskan
untuk datang melalui Melbourne Tullamarine Int’l Airport dan pulang dari Sydney
Kingsford Smith Int’l Airport. Walaupun waktu kami di Sydney tidak lama, tetapi
saya rasa cukup memuaskan keingintahuan sebelumnya.
Perjalanan
ke Sydney dimulai sejak tanggal 11
September 2023. Pagi itu kami menginap di rumah-nya Ben. Rencana kami akan
ke airport pukul 12.00 siang. Kami
diantarkan oleh ayahnya Ben, karena ibunya harus pergi bekerja. Pukul 12 siang
ayah Ben pulang dari Rumah Sakit. Setelah perjalanan ke bandara sekitar 45
menit akhirnya kami berpamitan pada ayahnya Ben. Kami segera melakukan check-in
di bandara. Penerbangan kami menggunakan maskapai JetStar sekitar pukul 15.05
sore dan tiba di Sydney Kingsford Smith Int’l Airport pukul 16.30 setelah melakukan penerbangan
sekitar 1,5 jam. Selesai menunggu
bagasi, kamipun langsung keluar bandara untuk langsung memesan Uber dan menuju
ke apartemen yang kami sewa via AirBNB di daerah Zetland.
Foto. Sydney Opera House (dok.pribadi)
Kesan pertama
saya saat tiba di Sydney adalah cuaca yang lebih hangat dibanding Melbourne.
Beberapa hari sebelumnya di Melbourne, kami mengalami cuaca 5 derajat saat pagi
hari. Siang hari menghangat ke sekitar 12 derajat yang bagi saya tetap saja
cukup dingin. Tetapi di Sydney, untuk suhu sore hari sekitar 14 derajat tentu
lebih hangat. Baru tiba di apartemen, saya dan adik langsung menuju ke Coles
untuk berbelanja bahan masakan karena tentu saja lapar. Datang ke supermarket Coles, yang saya beli
adalah ravioli dan sosis. Makanan yang selalu saya masak jika ke Australia.
Mungkin karena di Bandung saya jarang menemukan itu sehingga saya bersemangat
sekali untuk memasak dan memakannya. Hari itu, waktu saya habiskan hanya untuk
beristirahat di apartemen. Karena selain cukup lelah, kami harus mempersiapkan
energi untuk Sydney sightseeing besok mengingat kami tidak mempunyai banyak
waktu di Sydney.
Keesokan
harinya, 12 September 2023. Kami
bangun pagi-pagi sekali, tujuan pertama kami adalah ke pantai Bondi. Bondi
Beach merupakan pantai yang menjadi ikon Sydney. Pertama kali mengetahui
tentang pantai Bondi adalah sekitar enam atau tujuh tahun lalu ketika kedua
adik saya sering menonton tayangan reality show Bondi Rescue di channel youtube.
Acara tersebut menarik perhatian saya karena memperlihatkan kehidupan para
lifeguard di pantai. Banyak kejadian-kejadian yang sebenarnya menarik untuk
diperhatikan lebih dalam. Memang pada saat itu saya memiliki keinginan juga
untuk berkunjung ke Bondi. Pantainya kecil, namun entah kenapa bagi saya
menarik saja dengan pasir putihnya. Selepas keluar dari apartemen, kami
mengecek tarif uber. Ternyata pagi itu tarifnya lumayan, sekitar AUD $45 atau
kurang lebih Rp. 450.000,- dari apartemen ke Bondi. Sebenarnya bisa kami
telusuri dengan berjalan kaki, namun lama waktu yang kami harus tempuh adalah 2
jam 15 menit. Jadi, diputuskanlah untuk berjalan kaki sekuatnya saja. Baru di
tengah jalan kami naik uber. Sekitar setengah perjalanan kami tempuh dengan
berjalan kaki, ternyata tarif ubernya sudah turun menjadi sekitar AUD $25,
lumayan pikir kami. Lalu tibalah kami persis di depan Bondi Beach. Waah saya
takjub melihat pantainya. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan bisa menginjakkan
kaki disini. Pasirnya putih, halus, dan dingin sekali. Betah untuk sekedar
berlama-lama di pinggir pantai.
Foto. Bondi Beach (dok. pribadi)
Selesai menikmati pantai, kami menelusuri jalan-jalan di pinggir pantai. Terdapat banyak pertokoan yang menjual souvenir khas Bondi dan juga restoran. Karena saat itu sudah menunjukkan jam makan siang, kami mampir ke sebuah restoran yang menjual Fish and Chips. Adik-adik saya sudah mengingatkan untuk membeli fish and chips dan menikmatinya di restoran pinggir pantai. Di tengah udara yang sejuk sekitar 17 derajat, saya memesan 2 porsi fish and chips, 1 porsi salad, 2 cangkir chamomile tea, dan 2 latte untuk kami berempat. Harganya cukup lumayan untuk makanan seperti itu sekitar AUD $68, tapi alhamdulillah, cukup menghilangkan rasa penasaran saya. Selanjutnya saya membeli beberapa buah kaos di toko souvenir. Harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan di Queen Victoria Market (QVM) Melbourne.
Dirasa
cukup puas berada di Bondi. Kami melanjutkan perjalanan ke Sydney Opera House
dan melihat Sydney Harbour Bridge. Tempat pertama yang kami kunjungi di Sydney
Opera House adalah area cafetaria dibawahnya. Memesan secangkir latte sambil
menikmati pemandangan Sydney Harbour Bridge, Opera house, lalu lalang kapal dan
aktivitas orang-orang. Nikmat rasanya bisa merasakan suasana baru. Setelah
dirasa cukup, kami menelusuri sekeliling opera house dan berfoto. Sekitar pukul
2 siang kami berjalan menuju ke Circular Quay, rencananya akan naik kapal feri
menuju ke Manly Beach, letaknya di pinggiran pantai utara Sydney. Perjalanan
memakan waktu sekitar 30 menit. Turun di Manly Wharf, kami langsung menuju ke
pantai yang sangat dekat, hanya beberapa menit berjalan kaki. Suasana menuju
pantai diisi dengan toko-toko dan restoran. Pantainya tidak terlalu besar,
lebih kecil dari Bondi namun sangat bersih dan suasananya sangat enak. Banyak
burung-burung terbang bebas di pinggir-pinggirnya.
Di
perjalanan kembali ke Manly Wharf, kami singgah di beberapa toko untuk membeli
souvenir. Sekitar pukul 4 sore kami kembali menaiki feri untuk kembali ke
Circular Quay dan langsung pulang menuju ke apartemen. Sebelum masuk ke
apartemen, kami berbelanja kembali di Coles untuk memasak hidangan makan malam.
Sisa malam itu kami habiskan untuk packing barang, karena keesokan harinya
adalah waktunya kami untuk pulang setelah kurang lebih selama seminggu kami
berada di Australia.
Tanggal
13 September 2023, sekitar pukul 8
pagi kami melakukan check out apartemen untuk selanjutnya langsung ke Sydney Kingsford
Smith Int’l Airport. Penerbangan kami adalah jam 11.45. Jarak dari apartemen ke
bandara tidak terlampau jauh. Sekitar jam 9 pagi kami sudah di bandara dan
langsung melakukan check in dan drop bagasi. Karena masih ada cukup waktu, kami
menunggu sambil ngopi di kedai kopi bandara. Alhamdulillah sampai masuk pesawat
berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun. Setelah penerbangan langsung selama
kurang lebih 8 jam, pukul 16.30 WIB akhirnya kami mendarat di Jakarta. Setelah
proses imigrasi dan bagasi, kamipun langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Dari
waktu singkat saya di Sydney, sepertinya saya tetap memilih Melbourne sebagai
tempat favorit di Australia karena lebih terasa “Australia”-nya dibandungkan
dengan di Sydney. Tetapi apapun itu, saya tetap sangat senang bisa menginjakkan
kaki di Sydney karena memberikan saya pengalaman baru dan mengetahui sisi lain
dari Australia. Saya bisa mengunjungi tempat yang memang sebelumnya hanya bisa
dilihat di buku, televisi, atau media-media lain. Bersyukur sekali bisa
berkesempatan kesana. Tentunya, jika ada kesempatan lain untuk mengunjungi Sydney
atau bagian Australia yang lain, tidak akan saya tolak. Semoga suatu saat bisa
kembali kesana.













.jpeg)








