Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 31 Maret 2017

PETUALANGAN MENCARI AL-BAIK


          Ketika beberapa waktu lalu saya pergi umroh, ada beberapa cerita yang sebenarnya sayang untuk dibuang. Biarlah ini menjadi tulisan untuk saya sendiri dan semoga suatu saat dapat diturunkan pada anak-anak saya. Hehehe...
             Pergi umroh. Sejak jauh-jauh hari ketika akan berangkat umroh, kakak sepupu saya berpesan, bahwa jangan lupa disana harus coba Al-Baik.

“Kalau beli secukupnya aja, karena isinya banyak, satu porsi bisa 2 atau 3 orang untuk kita orang-orang Indonesia.”
“Jangan lupa coba garlic sauce nya.”
“Kalau bisa pas pulang bawa.”
“Nanti pas beli Al-Baik disana foto yah.”
“Kalau nggak tau tempat Al-Baik, coba tanya nanti sama muthowwif-nya deh. Minta tolong tunjukin.”
“Antrian beli Al-Baik untuk cewe dan cowo dipisah loh.”

dan sederetan pesan-pesan lainnya tentang Al-Baik. Saya belum pernah coba Al-Baik itu rasanya seperti apa. Yang saya tahu hanya Al-Baik adalah KFC-nya Arab Saudi. Itu aja. Membayangkkan kata-katanya, mungkin memang saya harus nyoba untuk beli Al-Baik. Baiklah, saya akan coba beli Al-Baik.

            Kalau belum tahu, Al Baik merupakan restoran fast food  ayam goreng paling favorit bagi warga Saudi. Jika Anda pergi ke Mekah atau Madinah, maka Anda akan menjumpai Al Baik yang selalu penuh sesak dengan pelanggan. Jika di Eropa, Amerika dan juga Indonesia masyarakat lebih mengenal KFC, maka di Arab Saudi merk Al Baik lebih terkenal. Rasanya yang lebih beraroma dan porsinya yang lebih besar menjadikan Albaik menjadi favorit masyarakat Arab Saudi. (sumber . http://duniatimteng.com/10-fakta-ayam-goreng-al-baik-fast-food-favorit-arab-saudi/)

(LOGO AL_BAIK)

                Awal saya datang ke Madinah, saya malah lupa tentang Al-Baik. Fokusnya hanya untuk ibadah saja. Ketika hari pertama saya istirahat di hotel, saya menyibakkan gorden hotel dan memperhatikan suasana sekitar. Kemudian sejauh mata memandang, Jeng..Jeng.. Al-Baik. Rezeki nih ada Al-Baik dekat hotel. Lokasi hotelnya ada di seberang makam Baqi. Saya langsung memberi tahu sepupu saya untuk membeli Al-Baik.
Rencananya, besok setelah shalat ashar kita akan beli Al-Baik.
                Kami berdua janjian di depan hotel dengan adik saya, karena berbada rombongan laki-laki dan perempuan. Jadilah sore itu kami bertiga menuju Al-Baik belakang hotel. Lokasi dan jaraknya dekat sekali, tetapi ketika kami akan masuk ternyata antriannya terbagi-bagi. Untuk antrian single ada di lantai bawah sedangkan kami yang bertiga ini harus keluar gedung dan menuju lantai 2, tempat makan family. Tidak sampai disitu, sudah di tempat family-pun, antrian laki-laki dan perempuan dipisah. Jadilah saya dan sepupu saya mengantrikan untuk adik saya dan teman-teman sekamarnya. Awalnya kami akan makan disana, tetapi kemudian kami urungkan dan kami pesan untuk makan di hotel.


(Antrian Al-Baik. Dipisah Antara Laki-Laki dan Perempuan)

                Ketika melihat menu, harga yang tertera murah banget dibandingkan dengan KFC. Contohnya begini, kemarin kami memesan paket 4 pcs ayam goreng spicy, kentang goreng, dan ada tambahan 3 buah roti burger, harganya hanya 12 SR. 12 Riyal kurang lebih 48 ribu Rupiah. Berbeda dengan paket yang berisi 8 pcs ayam goreng, harganya yaitu 23 SR. Murah kan.
                Akhirnya kami beli 1 paket yang isinya 4 pcs ayam dan 1 paket yg isinya chicken fillet untuk kami berempat. Sedangkan adik saya, saya belikan 1 paket ayam 4 pcs juga 2 buah sandwich (kayak kebab sih bentuknya) untuk di kamar laki-laki. Soal rasa, enak-enak saja. Hehehe. Benar apa yang dibilang oleh kakak sepupu saya, makan ditambahkan dengan garlic sauce enak loh. Ada sensasi berbeda.



(Paket Spicy Chicken dan Chicken Fillet dimakan ramai-ramai)

Itu cerita di Madinah. Lain lagi dengan cerita Al-Baik di Makkah. Kalau di Makkah ceritanya lebih berkesan. Karena kita mencari-cari Al-Baik dengan penuh perjuangan tanya sana tanya sini.
                Jadi sore itu kami telah melaksanakan umroh sunah di Masjidil Haram, sebelum maghrib tepat kami selesai umroh. Saat itu, sambil menunggu shalat maghrib, saya, Puput (sepupu), Teh Fitria, dan Kang Hilman (suaminya Teh Fitria) sedang mengobrol ringan. Tiba-tiba Teh Fitria mengutarakan niatnya ingin makan Al-Baik. Kami (saya dan Puput) bercerita bahwa di Madinah sudah makan Al-Baik. Karena penasaran, Teh Fitria ingin juga makan itu dan kami bersepakat bahwa selesai shalat Magrib akan makan Al-Baik dulu kemudian shalat Isya. Selesai Magrib, kami berempat bergegas keluar masjid mencari Al-Baik di sekitar Zamzam Tower. Dasar yah, kami malah nyasar di Masjid. Mau keluar ke Zamzam tower malah bolak-balik ke area Sa’i. Cukup lama kami muter-muter karena tempatnya jauh (masjidnya besar). Akhirnya kami sampai di pelataran Masjidil Haram dekat Zamzam Tower. Begitu kami melihat jam, waktu Shalat Isya semakin dekat. Rasanya tidak akan tenang kalaupun kami harus makan. Jadi saat itu kami putuskan untuk shalat isya terlebih dahulu.


                Oya, dalam pencarian Al-Baik ini, kami jadi berenam. Dua orang tambahannya adalah teman Puput dan saudaranya yang kebetulan sama-sama sedang umroh. Sebenarnya, kami tidak tahu dimana dijual Al-Baik. Jadi dengan sok tahu kami masuk ke zamzam tower, muter-muter eh tidak ada. Kami menuju ke pelataran masjid lagi, tanya sama orang Arab yang bawa keresek Al-Baik. Nanya dalam bahasa Inggris tetapi sama sekali tidak nyambung.Hahaha... Dari hasil bertanya itu, kami malah nyasar ke gedung Hotel Marriot Makkah. Disana nanya security-nya dimana dijual Al-Baik. Ternyata kami salah gedung. Al-Baik dijual di Food Court Hilton Hotel. Jadi kami keluar gedung lagi dan menemukan tulisan bahwa Al-Baik ada di lantai 4 gedung tersebut. Okay akhirnya kami menemuka Al-Baik. Antrinya cukup lumayan lama.  Ada hal berbeda di Al-Baik ini, di sini tidak dijual ayam goreng tetapi Chicken Fillet. Entah mengapa di cabang Al-Baik yang ini tidak menjual ayam goreng. Akhirnya kami pesan dan langsung pulang ke hotel.

                Setelah mendapatkan Al-Baik, kami dari yang asalnya berenam kembali berpisah. Teman Puput dan saudaranya kembali ke hotel masing-masing. Saya dan Puput langsung kembali ke hotel. Sedangkang Teh Fitria dan Kang Hilman makan dulu di food court. Begitulah kira-kira petualangan mencari Al-Baik di Makkah, cukup melelahkan dan menghilangkan kepenasaranan.

1 komentar: