Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 25 Desember 2017

KETIKA MEMUTUSKAN LANJUT KULIAH

Sudah lama saya tidak menulis. Terakhir kali saya menulis itu ketika pulang Umroh, kira-kira sudah 9 bulan lalu. Selama 9 bulan itu cukup banyak yang ingin saya tuliskan. Banyak juga kejadian-kejadian atau pengalaman yang saya alami. Tapi nanti, saya pasti akan tuliskan. Berhubung waktu agak-agak sibuk jadi baru sempat menulis lagi sekarang. Kegiatan saya saat ini bertambah seiring dengan keputusan saya untuk melanjutkan studi. Otomatis, kira-kira hampir 18 jam sehari saya habiskan untuk urusan pekerjaan dan kuliah saya. Sisanya tidur.  Begitu setiap hari.

Sebenarnya, rencana saya untuk kembali melanjutkan pendidikan sudah ada pada tahun 2016. Malah mungkin 2015, sempat juga saya googling program pasca sarjana. Kala itu niatnya bermula dari rutinitas sehari-hari yang dirasa monoton. Rutinitas sekitar 2 tahun belakangan yang membosankan buat saya. Sepulang bekerja, istirahat atau kadang bertemu dengan teman kantor lama, atau teman kuliah lalu pulang sebelum maghrib, selanjutnya membantu ibu saya berjualan sampai sekira pukul 21.00.

Saya merasa, ilmu saya hanya akan segitu-gitu saja kalau rutinitasnya tetap. Otak juga rasanya tidak berkembang. Tidak ada tantangan. Kesempatan untuk membuka relasi dengan banyak orang mungkin tidak akan banyak. Biasanya, orang berhasil itu muncul setelah melalui kesulitan--kesulitan. Niatnya, saya harus keluar dari zona nyaman. Dan saya harus jadi orang yang berhasil. Ketika memutuskan untuk melanjutkan kuliah itu saya sudah pikirkan resikonya masak-masak. Yap, waktu saya akan banyak tersita untuk itu, waktu istirahat juga berkurang, kemudian tidak bisa lagi membantu ibu saya di warung, rutinitas yang biasa saya lakukan. Bersiap dengan muncul lagi yang namanya “galau akademik” seperti yang dirasakan waktu S1 dulu, dan mungkin ini akan lebih berat. Belum lagi dengan sederet pekerjaan yang tidak bisa diabaikan juga. Bismillah, saya siap dengan segala resiko itu. Kalau tekad itu sudah bulat, selanjutnya saya ngobrol dengan orang tua saya dan alhamdulillah mereka mendukung. Katanya cari saja mau lanjut kuliah dimana.



Out of Your Comfort Zone

Sempat saya googling lagi universitas mana saja yang membuka program pasca sarjana jurusan manajemen di Bandung, dengan harga yang terjangkau oleh saya kemudian juga jam kuliah yang sesuai dengan waktu yang saya punya dengan tidak mengganggu waktu kerja, dan selanjutnya yang beken kalau bisa! Menurut saya beken itu penting, apalagi dikaitkan dengan mencari kerja masa kini. Biasanya perusahaan mempertimbangkan faktor “beken”nya suatu universitas. Memang, sampai saat ini saya tidak berniat mencari pekerjaan lagi karena pekerjaan yang dijalani masih menjadi yang terbaik untuk saya. Kebekenan universitas sebenarnya hanya nilai plus saja. Mengapa pilih jurusan manajemen? Karena background saya dari Fakultas Ekonomi Unpar, untuk pilihan program studi manajemen karena terkait juga dengan pekerjaan saya saat ini. Intinya, manajemen akan terpakai dimana-mana. Simple.

Untuk pilihan universitas, sempat googling  yang di Bandung tapi beberapa hari berpikir tentang ini tetap belum sreg terutama dari segi waktu. Akhirnya, beberapa hari kemudian adik saya bicara pada orang tua untuk niat lanjut kuliah, berbeda dengan saya, dia sudah punya tempat tujuan lanjut studinya yaitu di Universitas Maranatha. Orang tua saya lalu menyarankan agar sayapun lanjut kuliah disana. Lalu saya diberi tahu tentang informasi pendaftarannya oleh adik saya. Ternyata cocok dan langsung sreg. Biaya cukup terjangkau oleh saya, jam kuliah sesuai dengan jam kerja, bekennya dapat. Haha. Langsung kira-kira seminggu kemudian saya mendaftar kesana. Saya sadar resiko melanjutkan kuliah disana adalah akan sekelas dengan adik sendiri! Tapi tidak masalah.





Setelah mencari-cari informasi, pada akhirnya sekitar awal bulan April saya mendaftar ke sana. Setelah membayar uang pendaftaran kemudian dijadwalkan untuk psikotes dan wawancara. Saya dan adik saya diterima di Program Studi Magister Manajemen Maranatha. Kami masuk menjadi MM angkatan XLII. Alhamdulilah, sejauh ini saya sangat enjoy menikmati perkuliahan walau waktu menjadi sibuk tapi hal itu tidak boleh dijadikan alasan karena resiko sudah dipikirkan sejak awal. Semangat naik turun untuk kuliah pasti ada, apalagi ketika sudah capek. Tapi itu biasa. Suasana perkuliahan dan teman-teman yang nyaman juga membuat kuliah tidak serasa kuliah. Haha. Mudah-mudahan diberi kelancaran dan dapat lulus cepat dengan hasilnya memuaskan.


MM XLII


0 komentar:

Posting Komentar