Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 14 April 2024

FIRST TIME IN SYDNEY

 

                Masih dalam rangkaian Australia Trip 2023, kali ini saya ingin mencatat pengalaman tersebut ke dalam sebuah tulisan agar suatu saat dapat diingat-ingat kembali. Sebelumnya, saya pikir keberangkatan ke Australia ini hanya untuk mengunjungi Melbourne dan Lorne saja, tetapi dipikir-pikir kapan lagi kami ke Australia. Ingin juga mengetahui sisi lain Australia yang menjadi trademarknya. Selama perjalanan ke Australia ini, kami memutuskan untuk datang melalui Melbourne Tullamarine Int’l Airport dan pulang dari Sydney Kingsford Smith Int’l Airport. Walaupun waktu kami di Sydney tidak lama, tetapi saya rasa cukup memuaskan keingintahuan sebelumnya.

                Perjalanan ke Sydney dimulai sejak tanggal 11 September 2023. Pagi itu kami menginap di rumah-nya Ben. Rencana kami akan ke airport pukul 12.00 siang. Kami diantarkan oleh ayahnya Ben, karena ibunya harus pergi bekerja. Pukul 12 siang ayah Ben pulang dari Rumah Sakit. Setelah perjalanan ke bandara sekitar 45 menit akhirnya kami berpamitan pada ayahnya Ben. Kami segera melakukan check-in di bandara. Penerbangan kami menggunakan maskapai JetStar sekitar pukul 15.05 sore dan tiba di Sydney Kingsford Smith Int’l Airport  pukul 16.30 setelah melakukan penerbangan sekitar 1,5 jam.  Selesai menunggu bagasi, kamipun langsung keluar bandara untuk langsung memesan Uber dan menuju ke apartemen yang kami sewa via AirBNB di daerah Zetland.


Foto. Sydney Opera House (dok.pribadi)

Kesan pertama saya saat tiba di Sydney adalah cuaca yang lebih hangat dibanding Melbourne. Beberapa hari sebelumnya di Melbourne, kami mengalami cuaca 5 derajat saat pagi hari. Siang hari menghangat ke sekitar 12 derajat yang bagi saya tetap saja cukup dingin. Tetapi di Sydney, untuk suhu sore hari sekitar 14 derajat tentu lebih hangat. Baru tiba di apartemen, saya dan adik langsung menuju ke Coles untuk berbelanja bahan masakan karena tentu saja lapar.  Datang ke supermarket Coles, yang saya beli adalah ravioli dan sosis. Makanan yang selalu saya masak jika ke Australia. Mungkin karena di Bandung saya jarang menemukan itu sehingga saya bersemangat sekali untuk memasak dan memakannya. Hari itu, waktu saya habiskan hanya untuk beristirahat di apartemen. Karena selain cukup lelah, kami harus mempersiapkan energi untuk Sydney sightseeing besok mengingat kami tidak mempunyai banyak waktu di Sydney.



                Keesokan harinya, 12 September 2023. Kami bangun pagi-pagi sekali, tujuan pertama kami adalah ke pantai Bondi. Bondi Beach merupakan pantai yang menjadi ikon Sydney. Pertama kali mengetahui tentang pantai Bondi adalah sekitar enam atau tujuh tahun lalu ketika kedua adik saya sering menonton tayangan reality show Bondi Rescue di channel youtube. Acara tersebut menarik perhatian saya karena memperlihatkan kehidupan para lifeguard di pantai. Banyak kejadian-kejadian yang sebenarnya menarik untuk diperhatikan lebih dalam. Memang pada saat itu saya memiliki keinginan juga untuk berkunjung ke Bondi. Pantainya kecil, namun entah kenapa bagi saya menarik saja dengan pasir putihnya. Selepas keluar dari apartemen, kami mengecek tarif uber. Ternyata pagi itu tarifnya lumayan, sekitar AUD $45 atau kurang lebih Rp. 450.000,- dari apartemen ke Bondi. Sebenarnya bisa kami telusuri dengan berjalan kaki, namun lama waktu yang kami harus tempuh adalah 2 jam 15 menit. Jadi, diputuskanlah untuk berjalan kaki sekuatnya saja. Baru di tengah jalan kami naik uber. Sekitar setengah perjalanan kami tempuh dengan berjalan kaki, ternyata tarif ubernya sudah turun menjadi sekitar AUD $25, lumayan pikir kami. Lalu tibalah kami persis di depan Bondi Beach. Waah saya takjub melihat pantainya. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan bisa menginjakkan kaki disini. Pasirnya putih, halus, dan dingin sekali. Betah untuk sekedar berlama-lama di pinggir pantai.


Foto. Bondi Beach (dok. pribadi)

                Selesai menikmati pantai, kami menelusuri jalan-jalan di pinggir pantai. Terdapat banyak pertokoan yang menjual souvenir khas Bondi dan juga restoran. Karena saat itu sudah menunjukkan jam makan siang, kami mampir ke sebuah restoran yang menjual Fish and Chips. Adik-adik saya sudah mengingatkan untuk membeli fish and chips dan menikmatinya di restoran pinggir pantai. Di tengah udara yang sejuk sekitar 17 derajat, saya memesan 2 porsi fish and chips, 1 porsi salad, 2 cangkir chamomile tea, dan 2 latte untuk kami berempat. Harganya cukup lumayan untuk makanan seperti itu sekitar AUD $68, tapi alhamdulillah, cukup menghilangkan rasa penasaran saya. Selanjutnya saya membeli beberapa buah kaos di toko souvenir. Harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan di Queen Victoria Market (QVM) Melbourne.



Fish and Chips (dok. pribadi)

                Dirasa cukup puas berada di Bondi. Kami melanjutkan perjalanan ke Sydney Opera House dan melihat Sydney Harbour Bridge. Tempat pertama yang kami kunjungi di Sydney Opera House adalah area cafetaria dibawahnya. Memesan secangkir latte sambil menikmati pemandangan Sydney Harbour Bridge, Opera house, lalu lalang kapal dan aktivitas orang-orang. Nikmat rasanya bisa merasakan suasana baru. Setelah dirasa cukup, kami menelusuri sekeliling opera house dan berfoto. Sekitar pukul 2 siang kami berjalan menuju ke Circular Quay, rencananya akan naik kapal feri menuju ke Manly Beach, letaknya di pinggiran pantai utara Sydney. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Turun di Manly Wharf, kami langsung menuju ke pantai yang sangat dekat, hanya beberapa menit berjalan kaki. Suasana menuju pantai diisi dengan toko-toko dan restoran. Pantainya tidak terlalu besar, lebih kecil dari Bondi namun sangat bersih dan suasananya sangat enak. Banyak burung-burung terbang bebas di pinggir-pinggirnya.

                Di perjalanan kembali ke Manly Wharf, kami singgah di beberapa toko untuk membeli souvenir. Sekitar pukul 4 sore kami kembali menaiki feri untuk kembali ke Circular Quay dan langsung pulang menuju ke apartemen. Sebelum masuk ke apartemen, kami berbelanja kembali di Coles untuk memasak hidangan makan malam. Sisa malam itu kami habiskan untuk packing barang, karena keesokan harinya adalah waktunya kami untuk pulang setelah kurang lebih selama seminggu kami berada di Australia.

                Tanggal 13 September 2023, sekitar pukul 8 pagi kami melakukan check out apartemen untuk selanjutnya langsung ke Sydney Kingsford Smith Int’l Airport. Penerbangan kami adalah jam 11.45. Jarak dari apartemen ke bandara tidak terlampau jauh. Sekitar jam 9 pagi kami sudah di bandara dan langsung melakukan check in dan drop bagasi. Karena masih ada cukup waktu, kami menunggu sambil ngopi di kedai kopi bandara. Alhamdulillah sampai masuk pesawat berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun. Setelah penerbangan langsung selama kurang lebih 8 jam, pukul 16.30 WIB akhirnya kami mendarat di Jakarta. Setelah proses imigrasi dan bagasi, kamipun langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung.



                Dari waktu singkat saya di Sydney, sepertinya saya tetap memilih Melbourne sebagai tempat favorit di Australia karena lebih terasa “Australia”-nya dibandungkan dengan di Sydney. Tetapi apapun itu, saya tetap sangat senang bisa menginjakkan kaki di Sydney karena memberikan saya pengalaman baru dan mengetahui sisi lain dari Australia. Saya bisa mengunjungi tempat yang memang sebelumnya hanya bisa dilihat di buku, televisi, atau media-media lain. Bersyukur sekali bisa berkesempatan kesana. Tentunya, jika ada kesempatan lain untuk mengunjungi Sydney atau bagian Australia yang lain, tidak akan saya tolak. Semoga suatu saat bisa kembali kesana.


0 komentar:

Posting Komentar