Setelah di PHP-in
sama maskapai FlyNas akhirnya jam 21.00 WIB take off juga menuju Arab
Saudi, selama penerbangan dapat makan
nasi dua kali sama satu kali cemilan seperti roti sama kue semacam bolu gitu.
(Foto kue yang dibagikan selama di
pesawat, enak juga.
Hanya ini yang sempat saya foto, sisanya udah dimakan duluan :D )
Makanannya enak-enak. Lumayan buat olah raga rahang selama penerbangan.
Perjalanan ke Arab Saudi ini merupakan perjalanan terlama saya naik pesawat
tanpa transit, dulu pas ke Cina kalau gak salah cuma 7 jam dan itupun
transit dulu di Bangkok. Tapi, segimanapun lamanya di pesawat, perjalanan ini
gak bikin saya ngeluh, pokoknya harus tetap semangat dan alhamdulillah saya enjoy
menjalaninya.
18 Desember 2014
Akhirnya setelah tidur-makan-tidur-makan-tidur
landinglah kami di Jazirah Arab. Ya, terminal haji Bandara King Abdul
Aziz, Jeddah sekitar jam 03.00 WAS (Waktu Arab Saudi). Perbedaan waktunya yaitu
4 jam lebih lambat dari waktu Indonesia Barat., jadi penerbangan ini sekitar 9
jam. Sempat terucap di hati ini, “Ya Allah, akhirnya saya bisa menginjakkan
kaki di Arab Saudi. Alhamdulillah.” Setelah kurang lebih 1 jam ngurus
keimigrasian dan bagasi, akhirnya kami naik ke bus yang akan membawa kami ke
kota suci Madinah Al Munawarah.
Oiya, ada kejadian yang
bikin saya heran pas pemeriksaan imigrasi di bandara. Ceritanya, pas semua mau
keluar dari tempat imigrasi tuh paspor kita di cek lagi sama orang Arab, saya
perhatikan ibu-ibu di depan saya kok di cek paspornya cepet banget, malah
seperti terlihat asal-asalan ngeceknya. Kok pas ngecek paspor saya lama banget,
paspor saya tuh dibolak-balik padahal kayanya gak dibaca. Ada mungkin satu
menit bolak balik paspor saya sambil ngeliatin muka saya (bukan geer
tapi emang dia ngeliatin), sedangkan ibu-ibu lain sepertinya kurang dari 20
detik udah lolos aja dari tempat itu. Lah, saya kan mulai deg-degan, apa
gara-gara saya gak disitu bareng pak Ustadz sebagai mahram saya (just
info, buat perempuan dibawah 45 tahun untuk masuk ke Arab Saudi harus
bersama dengan mahramnya, karena saya kesana tanpa ayah atau suami saya
(karena belom punya), ditunjuklah Pak Ustadz sebagai mahram saya), atau
gara-gara ada yang salah dengan saya makanya itu paspor dibolak-balik dan
petugasnya sambil ngeliatin saya mulu kayak yang dicurigai. Untungnya, setelah
1 menit itu berlalu, saya boleh masuk dan si bapa-bapa petugas orang Arabnya
senyumin saya sambil bilang “Assalamualaikum”, saya jawab “Waalaikumsalam”
sambil senyum juga, hahaha. Perasaan tadi ibu-ibu di depan saya ga
pake disapa deh. Setelah masuk, nenek saya udah di dalam dan bilang, “Lama
di cek paspornya, teh. Eta teh resepeun, matakna lama (Itu tuh
suka, makanya lama). Da orang Arab mah sok kitu (suka gitu), hahaha.” Dan saya jawab, “Ohh.”.
Dari situ saya gak mikir apa-apa lagi sih, yang penting udah lolos dari
imigrasi ya alhamdulillah. Jadi bisa cepat ke tujuan.
Jam 04.15 kami mulai
memasuki bus dan langsung menuju ke Madinah, perjalanan dari Jeddah ke Madinah
katanya sekitar 6 jam. Di luar area Bandara, naiklah dua orang Indonesia,
setelah dikenalkan kepada kami barulah kami tahu bahwa mereka bertugas sebagai muthowwif
kami, namanya Ust. Zainuddin sama Ust. Istiqomah mereka adalah mahasiswa
asal Indonesia yang berkuliah di Universitas di Madinah. Merekalah yang
mengurusi segala transportasi dan akomodasi kami selama 9 hari di Saudi. Baru
aja keluar dari gerbang bandara, setelah perkenalan dengan muthowwifnya
kami langsung dikasih makan lagi. Kali ini makan nasi box, menunya nasi, ayam
bakar, tempe orek, pisang, sama apalagi gitu, lupa. Yang enaknya ayam bakar sih, entah pas itu saya
lapar lagi atau gimana yah yang jelas langsung aja itu makanan di santap di
dalam bus. Selesai makan, sekitar pukul 05.37 WAS kita singgah dulu di sebuah
mesjid (mungkin rest area gitu) untuk Shalat Subuh dan setelahnya langsung
melanjutkan perjalanan lagi menuju Madinah.
Selesai solat subuh,
langit pun makin terang, sepanjang perjalanan tadi pemandangannya cuma gelap
jadi gak bisa lihat apapun kecuali lampu-lampu yang sedikit di pinggir jalan.
Jadi, dari sebelum subuh tadi, fokus saya di bus hanya nasi box berisi ayam
bakar saja. Setelah kira-kira pukul 06.00 barulah mulai terlihat pemandangan.
Pemandangan di sepanjang jalan Jeddah – Madinah hanyalah berupa gurun-gurun,
ada juga gunung batu gitu, nyaris gak ada pohon besar. Bangunan-bangunan pun
hanya beberapa saja dan saya juga tidak tahu itu bangunan tempat apa, yang
jelas bukan pemukiman penduduk. Mayoritas jamaah umroh di perjalanan ini
beristirahat, saya tidak mengantuk sama sekali, mungkin gara-gara di pesawat
saya lebih banyak tidur. Disitu, saya berpikir
kebayang waktu zamannya Rasulullah SAW, harus melewati gurun-gurun itu
untuk syiar Islam, Subhanallah. Itu bikin saya makin mengidolakan Rasulullah
SAW. Pastinya perjuangan yang luar biasa kalau melihat keadaan alam di Arab
Saudi yang bergurun-gurun.
Sepanjang jalan karena pemandangan
yang agak membosankan akhirnya saya ketiduran juga, entah jam berapa itu, yang
pasti saya terbangunkan oleh suara mikrophone Pak Ustadz yang bilang bahwa kita
sudah memasuki Kota Madinah, sepanjang jalan jamaah umroh kami bershalawat
bersama-sama dipandu oleh Pak Ustadz. Jam menunjukkan pukul 10 WAS, dan untuk
ukuran 6 jam perjalanan dari Jeddah ke Madinah alhamdulillah saya gak merasakan
cape, barangkali karena jalannya yang mulus dan lurus saja juga gak macet sama
sekali alias hanya ada beberapa kendaraan saja makanya gak terasa cape. Beda
dengan jalan di Indonesia yang kadang mulus kadang rusak dan berbelok-belok dan
macet jadi lebih cepat cape.
Destinasi pertama di
Madinah adalah kebun kurma, jadi karena check-in jam 12 siang, makanya kita
singgah ke kebun kurma dulu. Kira-kira 45 menit kita ada di kebun kurma,
ternyata penuh banget disitu. Di kebun kurma itu ada toko serba kurma dan
oleh-oleh khas Arab Saudi. Hal yang membuat saya kaget adalah, ternyata di
kebun kurma itu mayoritas pengunjungnya adalah orang Asia tenggara. Indonesia
sudah pasti, Malaysia, Brunei, Singapura. Hal itu terlihat dari name-tag yang
mereka pakai. Malah serasa di Asia Tenggara, banyak saudara padahal kita sedang
di Arab. Di kebun kurma itu saya dan nenek saya gak belanja sama sekali, cukup
melihat-lihat saja. Karena ada satu jamaah umroh yang sudah pernah umroh
sebelumnya bahwa belanja lebih baik di Madinah saja karena lebih murah
dibanding di Kebun Kurma.
Selesai dari kebun kurma,
kami langsung menuju ke hotel karena harus check-in dan tubuh ini juga perlu
mandi dan istirahat. Jarak dari kebun kurma ke area hotel dan mesjid nabawi
tidak terlalu jauh, kira-kira hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan
bus. Sepanjang jalan sudah terlihat payung-payung Masjid Nabawi, subhanallah.
Saya terus-terusan mengucapkan syukur dalam hati karena masjid yang bersejarah
ini ada di depan mata. Akhirnya kami sampai menuju hotel. Hotel Mubarak Al Mase
namanya, ternyata jarak ke Masjid Nabawi hanya tinggal menyeberang jalan saja,
kira-kira 40-50 meter. Tidak ada alasan untuk tidak solat di mesjid. Terima
kasih ya Allah sudah dimudahkan menuju mesjid Nabawi.
(Hotel Mubarak Al Mase - Foto dari
google)
Pembagian kamar sudah
dilakukan di Bandung, sehingga pas sampai ke hotel hanya tinggal membagi kunci
kamar dan langsung istirahat di kamar, karena sebentar lagi masuk shalat dzuhur
maka setelah mandi dan istrahat sebentar di kamar, kami langsung menuju ke
lobby untuk berkumpul dan bersama-sama menuju masjid nabawi. Kurang dari 5
menit berjalan juga sudah sampai pelataran masjid. Megah. Itu kesan pertama.
Karena bagian dalam masjid sudah penuh, maka saya dan yang lainnya shalat di
pelataran masjid nabawi, dekat pintu masuk mesjidnya. Lagi-lagi bersyukur
diberi kesempatan untuk bisa shalat di nabawi. Suasananya damai, tenang, sejuk,
nikmat bisa ibadah disana. Beres shalat dzuhur, kita berkumpul di tempat yang
ditentukan, ceritanya setelah shalat dzuhur ini kami akan keliling masjid
nabawi sekaligus menunjukkan tempat-tempat yang ada disitu. Disitu ditunjukkan
dimana letak Raudhah dan Makam Baqi. Disitu juga ada museum kalau gak salah
tapi saya gak sempet masuk ke museumnya.
(Foto Nabawi di siang hari)
Tidak terlalu lama di
mesjid nabawi, kami langsung kumpul di lobby hotel mau menuju ke Masjid Kuba,
masjid yang tentunya sangat bersejarah juga bagi peradaban Islam ini. Jalan di
Masjid Kuba sampai waktu shalat Ashar, setelah itu kita menuju ke Jabal Uhud sebentar
dan kembali lagi ke hotel. Istirahat kembali dan sekitar pukul 17.30 kami sudah
masuk ke Masjid Nabawi, melaksanakan shalat magrib.
(Foto Jabal Uhud)
Alhamdulillah bisa shalat di dalam mesjidnya. Di sekitarnya ada air
zam-zam yang bebas kita ambil sendiri. Kami lebih banyak menghabiskan waktu di
Masjid sampai selesai shalat isya. Selesai Shalat isya kita kembali ke hotel.
Jam 19.30an WAS, jemaah
perempuan diperintahkan untuk kumpul di lobby, ceritanya kita akan ke raudhah,
karena dibatasinya waktu bagi jamaah perempuan untuk ke raudhah makanya
kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Kami semua pergi ke raudhah diantar muhotwwif,
sedangkan jamaah laki-laki mereka sudah ke raudhah selepas shalat magrib
tadi jadi mereka sudah istirahat di hotel. Sampai disana, kita dibimbing oleh muthowwifah
untuk masuk dan shalat di sana. Masya Allah antrinya, berdesak-desakan
banget. Jadi kita bergiliran masuk kesana. Masuk kesana juga berebutan dan
harus sedikit lari. Karena saya bawa nenek saya, jadi saya tidak leluasa untuk
lari, sehingga kadang saya harus melambat agar tetap bersama nenek saya. Ketika
tiba gilirannya masuk ke raudhah, penuh sesak, saya lihat sudah berada di area
karpet hijau, langsung saja shalat sunat 2 rakaat. Shalat pun menjadi
kurang khusyuk karena selalu saja ada yang menghalangi. Terutama
orang-orang Arab dan Turki badannya lebih tinggi dan besar biasanya main
serobot saja. Kadang juga dilangkahi ketika shalat. Alhamdulillah bisa
juga shalat di raudhah. Mudah-mudahan doa yang dipanjatkan diijabah oleh Allah
SWT. Aamiin.Sekitar jam 23.00 WAS barulah kami para wanita keluar dari
area Masjid Nabawi. Perasaan senang bisa mengunjungi, shalat, dan berdoa di
raudhah tak bisa dilukiskan. Selanjutnya kami langsung ke hotel tentunya untuk
beristirahat.
19 Desember 2014
Kami bangun pagi sekali,
semua bersiap untuk shalat tahajjud, saya bangun agak terlambat pagi itu. Saat
itu saya bangun pukul 05.00 kira-kira mungkin saya lelah :p karena seharian
kemarin padat sekali kegiatannya. Langsung saya mandi secepat kilat dan menuju
masjid nabawi, subuh disana sekitar jam 05.37an. Sampai di masjid tentulah saya
hanya dapat tempat di luar, di pelataran berpayung itu karena penuhnya. Udara
pagi hari cukup menusuk saat itu bahkan lebih dingin dari pada di Bandung,
anginnya juga lumayan kencang. Selepas shalat subuh, para pedagang kaki lima
mulai menggelar dagangannya di luar pagar masjid nabawi, dan tentunya saya beli
beberapa helai pashmina dan kerudung untuk oleh-oleh. Begitupun nenek saya,
banyak sekali belanjaannya. Dari situ, langsung kami menuju hotel untuk packing
karena nanti siang harus sudah check out untuk menuju ke Mekkah.
Sebenarnya keberadaan saya di Madinah ini terpotong satu hari akibat delaynya
pesawat tapi sudahlah, tidak perlu menyesal berlebihan juga saya pikir, beribadah,
melaksanakan dan menikmati agenda yang ada di depan mata jauh lebih penting.
Kami dijadwalkan check-out pukul 12 siang, tepatnya setelah shalat dzuhur. Sambil
menunggu waktu check out, biasa lah ibu-ibu menambah-nambah belanjaan dulu,
hehehe. Setelah itu kami langsung melakukan perjalanan ke Mekkah. Selanjutnya, ada di Part 3 ya..












AssalamuAlaikum wr"wb Allahu Akbar-Allahu Akbar allah mahabesar.
BalasHapusKenalkan saya IBU ULAN TKI membernya yang kemarin aki brikan nmr 4D asal dari kota MEDAN, jadi tki di SINGAPUR, mau mengucapkan banyak2 trimakasih kepada KI PALAH yg sdh membantu kami sekeluarga melalui nmr TOGEL SINGAPUR 4D Keluar hari rabu kemarin allahamdulillah benar-benar kluar akhirnya dapat BLT Rp.500jt, sesuai niat kami kemarin KI, klo sdh jackpot, kami mau pulan kampung buka usaha & berhenti jadi TKI, TKW, cepek jadi prantauan aki kerena sdh 15 tahun jadi tkw nga ada perkembangan, jangankan dibilang sukses buat kirim ke Kampung pun buat keluarga susah KI, malu KI ama kluarga pulang nga bawah apa2, kita disini hanya dpt siksaan dari majikan terkadan gaji tdk dikasih, jadi sekali lagi trimakasih byk buat aki sdh membantu kami, saya tdk bakal lupa seumur hidup saya atas batuan & budi baik KI PALAH terhadap kami.
Buat sahabat2 tki & tkw yg dilandai masalah/ingin pulang kampung tdk ada ongkos, dan keadaannya sdh kepepet tdk ada pilihan lain lg. jangan putus asa, disini kami sdh temukan solusi yg tepat akurat & trpercaya banyak yg akui ke ahliannya di teman2 di google dengan jaminan tdk bakal kecewa, jelas trasa bedahnya dengan AKI-AKI yang lain, sdh berapa org yg kami telpon sebelum KI PALAH semuanya nihil, hanya menambah beban, nga kaya KI PALAH kmi kenal lewat teman google sdh terbukti membantu ratusan tki & tkw termasuk kami yg dibrikan motipasi sangat besar,demi allah s.w.t ini kisah nyata kami yg tak terlupakan dalam hidup kami AKI, sekali lagi trimakasih byk sdh membantu kami,skrg kami sdh bisa pulang dengan membawa hasil.
Jika sahabat2 merasakan hal yang sama dengan kami.
silahkan Hubungi KI PALAH siapa cepat dia dapat,
TERBATASI penerimaan member...wajib 9 member bisa diterimah dlm 3x putaran.
HUBUNGI LANSUNG DI NO:0823.8831.6351.
Atau kunjungi Situs KI PALA dengan cara klik >>>>>KLIK DI SINI<<<<<